Cuitan di akun Twitter yang bertanda “Ikhwan Abdul Aziz”, heboh di media sosial. Pasalnya, akun tersebut mengklaim bahwa kue klepon bukanlah kue islami “kue klepon tidak Islami” begitulah cuitannya, ia memberikan contoh kurma sebagai jajan Islami yang sesuai syariah. Lalu benarkah klaim tersebut? Bagaimana hukum Islam dalam hal ini fiqh muamalah memandang hal ini? Berikut ulasannya:

Konsep Halalan Thayyiban dalam Islam

Halal dalam tinjauan bahasa diartikan sebagai sesuatu yang tidak dilarang, diperbolehkan, tidak diberi sanksi dan sejenisnya. Halal adalah segala sesuatu yang boleh dilakukan, dipergunakan, hingga dikonsumsi oleh manusia. 

Selanjutnya, istilah thayyib secara bahasa biasa diartikan sebagai baik, bergizi, dan lezat. Dalam kaitan ini Ibnu Katsir memaknai istilah tersebut sebagai makanan yang lezat dirasakan oleh lidah manusia dan tentu baik bagi tubuh.

Kedua istilah di atas, bila dihubungkan dengan makanan maka maknanya menjadi makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi, lezat dirasakan di lidah, dan juga mengandung gizi yang baik bagi tubuh manusia. 

Hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan konsep halalan thayyiban adalah bahwa makanan halal apapun bila dikonsumsi secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi tubuh, maka unsur thayyib-nya menjadi hilang. Misalnya, penderita diabetes tentu sebaiknya tidak lagi mengkonsumsi makanan yang mengandung gula secara berlebihan.

Syarat Halal dalam Islam

Konsep di atas sesungguhnya hanya sebagian dari pengertian makanan halal, masih terdapat beberapa ketentuan lain dalam Al-Qur’an mengenai makanan halal ini. Para ulama kemudian merangkum intisari dari ketentuan nash, dan kemudian menjadikannya sebagai syarat makanan bisa disebut halal atau tidak. Adapun syarat-syarat adalah sebagai berikut:

1. Halal dari Segi Dzatnya

Maksudnya adalah makanan ini dari segi unsur-unsur atau zatnya tidak mengandung salah satu unsur zat yang diharamkan nash seperti mengandung bahan yang terbuat dari babi, mengandung bahan najis, darah, bangkai dan lainnya.

2. Halal Cara Memprosesnya

Halal dari segi cara memprosesnya ini tentu berkaitan dengan beberapa aspek mulai dari bahan pembuat, alat yang digunakan, kebersihan alat hingga prosedur penyimpanan makanan.

3. Halal Cara Memperolehnya

Artinya bahan baku, alat yang digunakan dan sejenisnya tidak diperoleh dari cara-cara yang diharamkan seperti mencuri, merampok, menipu dan sebagainya.

Klaim Klepon Tidak Islami dalam Hukum Islam

Klepon Tak IslamiDalam persoalan klepon tidak islami ini, berdasarkan syarat makanan halal di atas, maka dapat kita identifikasi berdasarkan 3 syarat sebagaimana dijelaskan di atas. Secara detail berikut adalah pembahasannya:

1. Klepon dari Segi Dzatnya

Dari segi bahan penyusunnya klepon terbuat dari beberapa jenis bahan sebagai berikut:

  • Tepung ketan putih, beras ini merupakan makanan yang telah dikenal mengandung banyak unsur karbohidrat bahkan kandungannya mencapai 70 – 80%. Karbohidrat sendiri memiliki fungsi sebagai sumber energi. Artinya, tepung beras ini memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh.
  • Tepung beras, kandungan dalam tepung beras ini justru lebih banyak dibandingkan ketan putih yakni karbohidrat, vitamin, protein dan mineral. Untuk membuatnya, diperlukan waktu sekitar 12 jam. Tekniknya membuatnya adalah dengan cara rendam pada air bersih, kemudian dijemur, dihaluskan dan terakhir disaring dengan ayakan.
  • Gula merah, bahan ini merupakan hasil olahan dari beberapa jenis tanaman antara lain kelapa, aren, siwalan dan nipah. Teknik pengolahan yang biasa digunakan adalah dengan memanaskannya hingga mengental didahului dengan beberapa prosedur tertentu. Dalam gula merah ini terkandung hingga 70% unsur yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Selain itu, gula dengan tingkat konsentrasi tinggi juga dapat dijadikan sebagai bahan pengawet alami.
  • Garam, bahan yang memiliki nama lain NaCl atau Natrium Klorida ini tentu sudah tidak asing bagi Anda. Cara membuatnya pun tentu sudah Anda ketahui. Dalam gula terdapat kandungan yang dapat menimbulkan reaksi autolisis sehingga membuatnya mampu membunuh bakteri. Ini juga bisa mencegah Anda dari kekurangan cairan tubuh.
  • Kelapa Parut, kelapa parut ini ternyata mengandung kadar air yang cukup banyak. Tentu Anda sudah tidak asing lagi dengan berbagai manfaat di dalamnya.

Sampai di sini terlihat bahwa dari segi bahannya tidak sedikitpun ada bahan penyusun dari kue klepon yang tidak sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Seluruh bahan penyusunnya merupakan bahan halal, sehingga dari segi bahan kue klepon adalah kue yang Islami dan sesuai syariah.

2. Kue Klepon dari Segi Cara Memprosesnya

Lalu bagaimana dengan cara memproses kue ini? Sesuaikan dengan standar kesehatan yang ada? Adakah prosedur yang tidak Islami?

Dari segi caranya kue klepon ini diolah dengan cara direbus dengan panci, sebelumnya tentu adonan klepon harus terlebih dahulu disiapkan dengan teknik pengolahan yang cukup sederhana yakni dengan mencampur bahan-bahan di atas dalam sebuah adonan kemudian dibentuk bulatan dengan cara di uleni. Setelah berbentuk bulatan kemudian adonan gula dimasukkan di dalamnya. Alat yang digunakan umumnya adalah blender, wadah baskom plastik atau ember, dan panci. Sebelum direbus air harus dalam kondisi mendidih. 

Melihat proses yang secara umum dilakukan oleh pembuat klepon ini, terlihat bahwa tidak ada dasar yang dapat membenarkan klaim jika klepon dari segi prosesnya tidak islami.

Lalu bagaimana dengan cara memperoleh bahannya? Berkaitan dengan hal ini, maka secara umum tidak bisa dilakukan generalisasi, ini berkaitan dengan pribadi masing-masing. Haram tidaknya cara memperoleh bahan klepon ini hanya berkaitan dengan pihak yang membuat saja, tidak berkaitan dengan pihak yang membeli dan mengkonsumsi.

Kesimpulan

Sampai disini dapat disimpulkan bahwa klepon telah memenuhi syarat makanan halal. Serta memenuhi unsur halalan thayyiban sebagaimana dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, klaim bahwa kue klepon tidak Islami sama sekali tidak berdasar dan tidak dapat dibenarkan.