Masjid Agung Lamido, pada kita Ngoundere, Kamerun

Ngaound?R? Atau N’Gaound?R? Merupakan ibukota propinsi Adamawa pada Kamerun. Kota menggunakan populasi 152,700 (sensus 2005). Kota ini adalah ujung paling utara menurut jalur kereta yang menghubungkannya menggunakan Yaound?, Ibukota negara Kamerun. Kota ini terkenal dengan Istana Lamido dan Masjid Agung Lamido atau Masjid Agung Ngaound?R?.

Wilayah Ngaound?R? Waktu ini sebelumnya pernah menjadi ibukota Mbum. Tetapi kota yg kini terdapat adalah kota yang didirikan sang Etnis Fulani disekitar tahun 1835 sang seseorang pemimpin Etnis Fulani bernama Ardo Njobdi. Etnis Fulani berkuasa disini dalam abad ke 19

Ardo Muhammadu Abbo kemudian menandatangani perjanjian dengan penjelajah Jerman bernam Siegfried Passarge tahun 1894 dan serangkaian perjanjian dengan Jerman, Inggris dan Prancis, menempatkan daerah ini dalam pengaruh Prancis yang kuat.

Tentara Jerman mencaplok kota ini dengan kekuatan penuh pada tanggal 20 September 1901. Pada 29 Juli 1915 kota ini menjadi ajang perang antara Jerman dan Inggris dalam perang dunia pertama di Kamerun. Namun ahirnya daerah tersebut jatuh ke tangan Prancis sampai ahirnya Kamerun memperoleh kemerdekaannya.

Masjid Agung Lamdo

Masjid Agung Ngaoundéré

Masjid ini dibangun di lokasi yang sama dengan masjid sebelumnya yang lebih kecil. Denahnya merujuk kepada bentuk masjid masjid Afrika Utara pada era awal perkembangan Islam. Ruang sholat-nya berdenah segi empat memanjang dengan pintu masuk utama segaris lurus dengan mihrab.

Ruang sholat utamanya dibangun lebih tinggi dari ruangan disekitarnya, sejejeran jendela jendela kecil dibagian atas memberi ruang kepada sinar matahari masuk ke dalam masjid dengan cahaya yang tak telalu menyilaukan. Dua menara menjulang tinggi mengapit bangunan masjid.**

Baca Juga

Islam di Kamerun