Filantropi Indonesia menjadi salah satu alternatif paling menjanjikan dalam mewujudkan keadilan sosial di tengah kesenjangan ekonomi masyarakat yang terjadi dewasa ini.

Sudah lebih dari dua dekade, kajian dan sekaligus program filantropi di Indonesia hadir di permukaan termasuk juga praktik filantropi dalam perspektif Islam sendiri. Hal ini ditandai dengan bermunculannya berbagai lembaga filantropi di masjid-masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah masih terbesar di Indonesia yakni mencapai 800 ribu lebih, maka potensi perkembangan filantropi di negara ini juga besar. 

Hal yang perlu dipertanyakan adalah lalu mengapa kemiskinan dan praktik keadilan sosial di Indonesia masih tampak rendah? Bahkan di salah satu masjid kebanggaan Indonesia yakni masjid istiqlal pun, hingga kini masih terdapat pengemis berkeliaran di sana-sini? 

Jika demikian yang terjadi lalu bagaimana sesungguhnya praktik filantropi Islam di Indonesia ini? Sudah optimalkah? Apa saja kendala-kendala yang dihadapi?

Perkembangan Lembaga Filantropi Islam di Indonesia

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Amelia Fauzia dkk, dalam laporan hasil penelitianya tentang Fenomena Praktik Filantropi Masyarakat Muslim dalam Kerangka Keadilan Sosial di Indonesia pada 2018 lalu didapatkan data sebagai berikut:

  • Jumlah Lembaga Amil Zakat mencapai 231 yang telah terdaftar secara resmi, dan sekitar 400 lebih antara sudah terdaftar dan belum.
  • Jumlah Badan Amil Zakat milik Pemerintah mencapai 549 lembaga pada 2015 lalu, sesuai dengan SK Kementerian Agama RI.
  • Jumlah objek wakaf yang tercatat mencapai 435.768 pada 2016. 
  • Jumlah dana ZIS dari masyarakat Muslim pada 2016 mencapai kurang lebih 30 Triliun (Perkiraan dari tahun 2003).
  • Jumlah dana ZIS yang telah disalurkan kepada lembaga berdasarkan data BAZNAS mencapai lebih dari 6 triliun pada 2017 lalu.
  • Bantuan luar negeri pada 2018 lalu menjamur.

Model Praktik Filantropi oleh Muslim di Indonesia

Setidaknya terdapat 3 (tiga) model praktik filantropi yang berkembangan di Indonesia, adapun secara rinci model tersebut adalah sebagai berikut:

1. Model Kelembagaan

Model ini ditandai dengan munculnya berbagai lembaga zakat baik yang berasal dari yayasan, badan wakaf, LAZ, komunitas, korporasi hingga ormas Islam. Bentuknya pun cukup beragam yang terdiri atas lembaga amil zakat, badan amil zakat, lembaga wakaf, lembaga filantropi non-zakat dan lembaga filantropi Islam internasional yang telah beroperasi di Indonesia.

2. Model Individu atau Lembaga non-badan hukum

Di masyarakat cukup sering kita lihat ada seorang dermawan yang secara aktif mengkampanyekan praktik filantropi ini, bahkan juga mengumpulkan dan menyalurkan dana kepada pihak yang memerlukan. Umumnya hal tersebut dilakukan oleh individu atau komunitas non-badan hukum. Salah satu kelemahan dari praktek ini adalah bersifat jangka pendek dan disalurkan hanya dalam bentuk bantuan langsung.

3. Model Crowdfunding online

Perkembangan teknologi ternyata juga berdampak pada perkembangan filantropi Islam di Indonesia yakni munculnya lembaga dan/atau individu tertentu yang mengumpulkan dana sosial melalui situs online. Baik via website ataupun media sosial tertentu.

Indikator FIlantropi Berkeadilan Sosial

Untuk mewujudkan praktik filantropi (dalam makna umum) yang berkeadilan sosial setidaknya harus dipenuhi beberapa indikator sebagai berikut:

1. Fokus pada Akar Masalah

Lembaga filantropi yang baik adalah yang mendasarkan mindsetnya pada menghilangkan akar masalah/penyebab dari timbulkan kemiskinan, ketimpangan dan ketidakadilan yang selama ini terjadi. Dengan begitu diharapkan yang miskin akan mampu secara mandiri bergerak tanpa harus bergantung pada pihak lain.

2. Program yang Berkelanjutan

Lembaga filantropi haruslah memiliki program yang bersifat jangka panjang, berorientasi pada pemberdayaan dan terus berkelanjutan. Umumnya berwujud dalam bentuk pemberdayaan pada masyarakat dan program pemberdayaan lainnya.

3. Pendekatan yang Relevan

Sampai saat ini pendekatan paling relevan dalam mewujudkan filantropi berkeadilan sosial adalah model pendekatan kemanusiaan dan pendekatan inklusif.

4. Manajemen yang Akuntabel

Filantropi model apapun tidak akan bertahan jika dalam menjalankan kegiatannya tidak transparan dan akuntabel. Seluruh kegiatan mulai dari pengumpulan hingga distribusi harus jelas dan rinci serta dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak yang berkepentingan.

Role Model Program Filantropi Islam Indonesia

Dari sekian banyak program filantropi yang ada terdapat beberapa program yang bisa dijadikan contoh dalam mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat. Adapun program tersebut adalah sebagai berikut:

1. Program Pemberdayaan LAZ Harfa

Laz Harfa sendiri sebenarnya memiliki cukup banyak program pemberdayaan yakni ekonomi, pertanian, kesehatan dan lingkungan. Salah satu program yang cukup menjadi sorotan dari LAZ Harfa adalah program pemberdayaan lingkungan masyarakat sadar jamban. Berkat sosialisasi dan pemberdayaan yang dilakukan oleh LAZ Harfa dalam 1 tahun di 11 desa di wilayah Pandeglang telah terbangun 12.000 jamban, yang dibangun atas kesadaran masyarakat sendiri.

2. Program Desa Berdaya Rumah Zakat

Contoh program lain yang bisa menjadi role model dari praktik filantropi Islam adalah program desa berdaya. Apa itu program desa berdaya? program yang dicetuskan oleh Rumah Zakat dengan target 1000 desa yang tersebar dari wilayah Aceh hingga Papua. Program ini dilakukan dalam bentuk intervensi kepada masyarakat di desa dengan terlebih dahulu melakukan kajian terhadap permasalahan dan potensi masing-masing desa. Bentuknya bermacam-macam sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh desa. Kini program tersebut setidaknya telah berperan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus mengembangkan diri, pada 2016 lalu sebanyak 2.074 dikabarkan telah berhasil meningkatkan perekonomian rumah tangga.

3. Program Kerjasama Kemanusiaan Lintas Agama PKPU

Salah satu program yang cukup menarik berkaitan dengan filantropi berkeadilan sosial ini adalah apa yang dicetuskan oleh PKPU Human Initiative dalam programnya yang dinamakan “kerjasama kemanusiaan lintas agama”, program ini memiliki cara pandang yang berbeda bahwa dalam hal kemanusiaan semua agama haruslah bekerja sama tanpa terkecuali. Keadilan dan kemanusiaan adalah universal, oleh karena itu human initiative memilih konsep ini.

Sebenarnya secara histori PKPU awalnya adalah lembaga ZIS, akan tetapi kemudian beralih status menjadi Human Initiative pada tahun 2016 dan tidak lagi hanya berfokus pada bidang ZIS.

Role Model Lembaga Filantropi Islam Indonesia

Selanjutnya, dari aspek kelembagaan juga telah terdapat lembaga-lembaga yang secara aktif berperan dalam menggiatkan filantropi Islam di Indonesia. Adapun contoh dari lembaga-lembaga tersebut adalah sebagai berikut:

1. NU CARE Lazisnu

NU CARE-LAZISNU merupakan lembaga filantropi dibawah naungan ormas NU yang berdiri sebagai bentuk rebranding dari program LAZISNU pada 2004 lalu. Cukup banyak program yang telah dijalankan oleh NU CARE LAZISNU ini  antara lain program santri mengabdi di Papua, program selamatkan anak yaman, bantuan santri mandiri dan sehar melalui budidaya lele dan masih banyak program lainnya.

2. LAZISMU

LAZISMU merupakan lembaga amil zakat yang didirikan oleh PP. Muhammadiyah sejak tahun 2002. Cukup banyak program yang dicetuskan oleh LAZISMU antara lain adalah program klinik apung di Ambon, program beasiswa, program bantuan kemanusiaan, kesehatan dan lainnya.

3. Dompet Dhuafa

Lembaga filantropi yang lahir karena inspirasi oleh sebuah peristiwa yang terjadi pada bulan April 1993 ini kini menjadi salah satu lembaga filantropi Islam yang sangat besar. Dompet Dhuafa sendiri kini memiliki berbagai macam program pemberdayaan yang tidak bisa disebutkan satu persatu, termasuk program penguatan anti korupsi dan demokrasi pun dimiliki oleh lembaga ini.

4. Dompet Sosial Madani

Lembaga filantropi yang berada di wilayah Bali ini merupakan role model dari lembaga kemanusiaan inklusif yang patut diacungi jempol. Lembaga ini menunjukkan bagaimana kemudian filantropi Islam juga menyasar kalangan non-Islam. Menunjukkan toleransi antara Islam dan Hindu di wilayah Bali melalui programnya antara lain rekrutmen staf yang tidak memandang agama, program parsel Nyepi dan sejenisnya.

Macam Lembaga Filantropi di Indonesia

Selain filantropi di atas berdasarkan kategorinya masih terdapat cukup banyak lembaga filantropi yang tersebar di wilayah Indonesia dengan program masing-masing. Adapun kategori filantropi tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Lembaga Filantropi Keluarga
  • Lembaga Filantropi Perusahaan
  • Lembaga Filantropi Keagamaan
  • Lembaga Filantropi Independen
  • Lembaga Filantropi Media Massa
  • Lembaga Filantropi Lainnya

Secara lebih detail penjelasan mengenai masing-masing jenis lembaga filantropi Indonesia tersebut akan diuraikan pada artikel berikutnya.